Selasa, 01 April 2014

Ragam dan Fungsi Bahasa Indonesia



Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi dan bahasa persatuan Republik Indonesia. Pengguanaan Bahasa Indonesia diresmikan setelah proklamasi kemerdekaan bersamaan dengan mulai  berlakunya konstitusi. Dari segi lingustik, bahasa Indonesia adalah varian dari bahasa Melayu. Bahasa Melayu merupakan sebuah bahasa Austronesia dari cabang Sunda-Sulawesi yang digunakan sebagai lingua franca atau bahasa perhubungan di Nusantara sejak abad awal penanggalan modern.

Fungsi umum bahasa indonesia adalah sebagai alat komunikasi sosial. Bahasa pada dasarnya sudah menyatu dengan kehidupan manusia. Aktivitas manusia sebagai anggota masyarakat sangat bergantung pada penggunaan bahasa masyarakat setempat. Gagasan, ide, pikiran, harapan dan keinginan disampaikan lewat bahasa.
Selain fungsi bahasa diatas, bahasa merupakan tanda yang jelas dari kepribadian manusia. Melalui bahasa yang digunakan manusia, maka dapat memahami karakter, keinginan, motif, latar belakang pendidikan, kehidupan sosial, pergaulan dan adat istiadat manusia.
Menurut Sumiati Budiman (1987 : 1) mengemukakan bahwa fungsi bahasa dapat dibedakan berdasarkan tujuan, yaitu :

1. Fungsi praktis :
Bahasa digunakan sebagai komunikasi dan interakis antar anggota masyarakat dalam pergaulan hidup sehari-hari.
2. Fungsi kultural
Bahasa digunakan sebagai alat untuk menyimpan, menyebarkan dan mengembangkan kebudayaan.
3. Fungsi artistik
Bahasa digunakan sebagai alat untuk menyampaikan rasa estetis (keindahan) manusia melalui seni sastra.
4. Fungsi edukatif
Bahasa digunakan sebagai alat menyampaikan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.
5. Fungsi politis
Bahasa digunakan sebagai alat untuk mempusatkan bangsa dan untuk menyelenggarakan administrasio pemerintahan.
Mencermati keadaan dan perkembangan dewasa ini, semakin terasakan betapa besar fungsi dan peran bahasa dalam kehidupan manusia. Tanpa bahasa kehidupan manusia terasa hampa dan tidak berarti. Melalui peran bahasa, manusia dapat menjadikan dirinya menjadi manusia berbudi pekerti, berilmu dan bermartabat tinggi.

Menurut Bachman (1990), “ragam Bahasa adalah variasi bahasa menurut pemakaian, yang berbeda-beda  menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan bicara, orang yang dibicarakan, serta menurut medium pembicara.”

Menurut Dendy Sugono (1999), “bahwa sehubungan dengan pemakaian bahasa Indonesia, timbul dua masalah pokok, yaitu masalah penggunaan bahasa baku dan tak baku. Dalam situasi remi, seperti di sekolah, di kantor, atau di dalam pertemuan resmi digunakan bahasa baku. Sebaliknya dalam situasi tak resmi, seperti di rumah, di taman, di pasar, kita tidak dituntut menggunakan bahasa baku.”

Menurut Fishman ed (1968), suatu ragam bahasa, terutama ragam bahasa jurnalistik dan hukum, tidak tertutup kemungkinan untuk menggunakan bentuk kosakata ragam bahasa baku agar dapat menjadi anutan bagi masyarakat pengguna bahasa Indonesia. Dalam pada itu perlu yang perlu diperhatikan ialah kaidah tentang norma yang berlaku yang berkaitan dengan latar belakang pembicaraan (situasi pembicaraan), pelaku bicara, dan topik pembicaraan.

Ragam Lisan dan Tulis

Ragam lisan adalah bahasa yang diujarkan oleh pemakai bahasa. Kita dapat menemukan ragam lisan yang standar, misalnya pada saat orang berpidato atau memberi sambutan, dalam situasi perkuliahan, ceramah; dan ragam lisan yang nonstandar, misalnya dalam percakapan antarteman, di pasar, atau dalam kesempatan nonformal lainnya.

Ragam Bahasa Lisan adalah ragam bahasa yang diungkapkan melalui media lisan, terkait oleh ruang dan waktu sehingga situasi pengungkapan dapat membantu pemahaman. 

Ciri-ciri ragam bahasa lisan diantaranya  :
1.     Memerlukan kehadiran orang lain.
2.     Unsur gramatikal tidak dinyatakan secara lengkap.
3.     Terikat ruang, waktu dan dipengaruhi oleh tinggi rendahnya suara.

Ragam tulis adalah bahasa yang ditulis atau yang tercetak. Ragam tulis pun dapat berupa ragam tulis yang standar maupun nonstandar. Ragam tulis yang standar kita temukan dalam buku-buku pelajaran, teks, majalah, surat kabar, poster, iklan. Kita juga dapat menemukan ragam tulis nonstandar dalam majalah remaja, iklan, atau poster. Ragam bahasa tulis tidak terkait ruang dan waktu sehingga diperlukan kelengkapan struktur sampai pada sasaran secara visual atau bahasa yang dihasilkan dengan memanfaatkan tulisan dengan huruf sebagai unsur dasarnya. Dalam ragam tulis, kita berurusan dengan tata cara penulisan dan kosakata.

Ciri-ciri ragam bahasa tulis adalah sebagai berikut:
1.     Tidak memerlukan kehadiran orang lain.
2.     Unsur gramatikal dinyatakan secara lengkap.
3.     Tidak terikat ruang dan waktu.
4.     Dipengaruhi oleh tanda baca atau ejaan.

Ragam Bahasa Berdasarkan Penutur

                  Ragam Bahasa Berdasarkan Daerah (logat/diolek)
Luasnya pemakaian bahasa dapat menimbulkan perbedaan pemakaian bahasa. Bahasa Indonesia yang digunakan oleh orang yang tinggal di Jakarta berbeda dengan bahasa Indonesia yang digunakan di Jawa Tengah, Bali, Jayapura, dan Tapanuli. Masing-masing memiliki ciri khas yang berbeda-beda. Misalnya logat bahasa Indonesia orang Jawa Tengah tampak pada pelafalan “b” pada posisi awal saat melafalkan nama-nama kota seperti Bogor, Bandung, Banyuwangi, dan lain-lain. Logat bahasa Indonesia orang Bali tampak pada pelafalan “t” seperti pada kata ithu, kitha, canthik, dll.

Ragam Bahasa menurut Pokok Persoalan atau Bidang Pemakaian

Dalam kehidupan sehari-hari banyak pokok persoalan yang dibicarakan. Dalam membicarakan pokok persoalan yang berbeda-beda ini kita pun menggunakan ragam bahasa yang berbeda.
Ragam bahasa yang digunakan dalam lingkungan agama berbeda dengan bahasa yang digunakan dalam lingkungan kedokteran, hukum, atau pers. Bahasa yang digunakan dalam lingkungan politik, berbeda dengan bahasa yang digunakan dalam lingkungan ekonomi atau perdagangan, olah raga, seni, atau teknologi.
Ragam bahasa yang digunakan menurut pokok persoalan atau bidang pemakaian ini dikenal pula dengan istilah laras bahasa. Perbedaan itu tampak dalam pilihan atau penggunaan sejumlah kata atau ungkapan yang khusus digunakan dalam bidang tersebut, misalnya masjid, gereja, vihara adalah kata-kata yang digunakan dalam bidang agama. Koroner, hipertensi, anemia, digunakan dalam bidang kedokteran. Improvisasi, maestro, kontemporer banyak digunakan dalam lingkungan seni. Kalimat yang digunakan pun berbeda sesuai dengan pokok persoalan yang dikemukakan. Kalimat dalam undang-undang berbeda dengan kalimat-kalimat dalam sastra, kalimat-kalimat dalam karya ilmiah, kalimat-kalimat dalam koran atau majalah dan lain-lain.




Referensi:

Minggu, 19 Januari 2014

Membuat Draft Karangan Ilmiah



Membuat draft karangan ilmiah dengan judul :
Pembuatan Website Taman Kanak-Kanak Islam Kurnia Lestari Berbasis Augmented Reality.

Perkembangan teknologi sekarang ini berkembang sangat pesat, begitu juga dengan media promosi ternyata selalu mengikuti perkembangan teknologi yang ada. Media promosi merupakan suatu alat untuk mengkomunikasikan suatu produk atau jasa perusahaan yang lain untuk dapat lebih dikenal masyarakat lebih luas. Media promosi hasil gabungan teknologi cetak dan komputer saat ini diwujudkan dengan teknologi Augmented Reality, dimana teknologi ini dipakai untuk membantu aktivitas manusia terutama untuk media promosi. Pada saat ini konsep teknologi Augmented Reality cukup banyak digunakan untuk memperkenalkan bagian bangunan dan fasilitas yang ada dalam bidang promosi. Contohnya untuk mempromosikan sekolah dasar. Dalam hal ini, calon siswa atau orang tua siswa sebagai pengguna media promosi Augmented Reality, dapat melihat keadaan bangunan sekolah dan fasilitas yang ada di sekolah dasar tanpa harus menuju ke sekolah dasar tersebut, akan tetapi calon siswa atau orang tua siswa cukup menghadapkan marker sebagai penanda ke depan kamera komputer lalu secara langsung pada layar komputer akan mucul bangunan sekolah dasar yang akan calon siswa tempati nantinya untuk menuntut ilmu.

Senin, 02 Desember 2013

Memberikan Kutipan dan Daftar Pustaka pada Bab Pendahuluan



Kutipan

Kutipan adalah gagasan, ide, pendapat yang diambil dari berbagai sumber. Proses pengambilan gagasan itu disebut mengutip. Gagasan itu bias diambil dari kamus, ensiklopedi, artikel, laporan, buku, majalah, internet, dan lain sebagainya. Penggunaan kutipan memiliki beberapa manfaat yaitu untuk menegaskan isi uraian, membuktikan kebenaran dari sebuah pernyataan yang dibuat oleh penulis dan mencegah peggunaan bahan tulisan sebagai milik sendiri (plagiat).  Terdapat dua jenis kutipan yaitu kutipan langsung dan kutipan tidak langsung. Kutipan Langsung adalah kutipan yang sama persis seperti aslinya, atau sumber yang kita ambil untuk mengutip. Kutipan Tidak Langsung adalah kutipan yang telah kita ringkas intisarinya dari sumber kutipan aslinya.



Daftar Pustaka

Karya ilmiah perlu dilengkapi dengan daftar pustaka. Daftar pustaka yaitu daftar yang mencatumkan judul buku, nama pengarang, penerbit, dan sebagainta. Yang ditempatkan pada bagian akhir suatu karya tulis atau buku  dan disusun berdasarkan abjad. Melaluli daftar pustaka pembaca atau penulis dapa melihat kembali kepada sumber aslina. Mereka dapat menetapkan apakah sumber itu sesungguhnya mempunyai keterkaitan dengan isi pembahasan itu dan apakah bahan itu dikutip dengan benar atau tidak. Dan sekaligus dengan cara itu pembaca dapat memperluas pula pengetahuannya dengan bermacam-macam referensi itu.
Contoh:
Christensen R.2006. Roadmap to Strategic HR – Turning A Great Idea into A Business Reality. New York : Amacom
















Maisaroh. 14111257
PEMBUATAN WEBSITE TAMAN KANAK-KANAK ISLAM KURNIA LESTARI BERBASIS AUGMENTED REALITY. Sistem Informasi. Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi. Universitas Gunadarma. 2013.

Ruang lingkup penulisan ini membahas bagaimana mempromosikan sekolah melalui teknologi Augmented Reality, Augmented Reality merupakan media promosi hasil gabungan teknologi cetak dan computer, dimana teknologi ini dipakai untuk membantu aktivitas manusia terutama untuk media promosi.




                                                            DAFTAR PUSTAKA

[1]        Anonim Codelgniter – User’s Guide
[2]        Jogiyanto. Sistem Informasi Teknologi, Andi, Yogyakarta. 2011
[3]        Kadir. Mudah mempelajari database mysql. Abdul. Yogyakarta.2010
[4]        EMS. Web Programing for beginners. Tem. Jakarta. 2012